Mantan Pengikut NII Ingatkan Pelajar dan Mahasiswa

Mantan pengikut Negara Islam Indonesia (NII) sekaligus pendiri NII Crisis Centre Ken Setiawan mengingatkan kepada para pelajar dan mahasiswa agar tidak mudah terbujuk untuk mengikuti organisasi ini.

“Jika ada pelajar atau mahasiswa yang sudah masuk jaringan NII, maka akan sulit keluar dan sangat berbahaya. Semua orang di luar mereka dianggap kafir, halal harta dan darah termasuk orangtuanya sendiri,” katanya, Rabu (27/05/2015).

Pada halaqah akbar dalam rangka Dies Natalis ke-14 Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nawawi (STAIAN) Kabupaten Purworejo Ken Setyawan juga mengingatkan agar sekolah serta kampus di wilayah Purworejo untuk mewaspadai adanya perekrutan organisasi Islam radikal atau NII ini. “Anak-anak muda seusia pelajar dan mahasiswa ini selalu menjadi sasaran empuk bagi NII,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan yang mengambil tema membaca gerakan Islam radikal di Indonesia ini diantaranya civitas akademika STAIAN, undangan dari perwakilan pelajar SLTA se Purworejo, BEM se Purworejo serta ratusan mahasiswa STAIAN.

Dalam halaqah itu Ken Setiawan juga melakukan simulasi bagaimana cara NII melakukan perekrutan. Gerakan perekrutan NII ke kampus dan sekolah-sekolah di Purworejo juga sudah lama. Pola perekrutnya sangat halus dan terstruktur hingga akhirnya korban secara tidak sadar ikut bergabung dengan NII.

Biasanya kata Ken Setiawan, sebelum direkrut calon korban sudah diidentifikasi secara detail latar belakangnya. “ Ini bertujuan untuk memudahkan cuci otak sebagai pintu masuk perekrutan,” kata Ken Setiawan yang pernah menjadi pejabat NII selama dua tahun.