NII Crisis Center: Pengikut Gafatar Memisahkan Diri, Bukan Diculik

Maraknya orang hilang beberapa bulan terakhir yang diduga terkait ormas Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), Ketua NII Crisis Center, Ken Setiawan mengatakan sebenarnya mereka bukan diculik, akan tetapi mereka sengaja memisahkan diri.

“Anak-anak yang pergi bukan diculik, mereka sebenarnya hidup didua dunia, karena kelompok mereka tidak boleh berkata jujur tentang apa yang dilakukan disana kepada orang terdekat termasuk keluarga, sedangkan dikeluarga mereka harus berkata jujur, makanya banyak banyak teman-teman yang tergabung dalam kelompok itu memisahkan diri dari keluarga. Mereka sebenarnya enjoy bukan diculik, mereka menikmati,” terang Ketua NII Crisis Center, Senin (11/1/2016).

Sebagaimana dilansir vivanews, Ken menilai hilangnya sejumlah orang dan ditemukan di Kalimantan ada dugaan mereka hijrah untuk menempati lahan milik Gafatar yang bukan tidak mungkin ada misi tertentu.

“Sekarang mereka sudah punya lahan 5000 hektar, untuk perkampungan sendiri, negara sendiri, untuk 5000 kepala keluarga. Makanya sekarang yang di Jawa mereka pindahnya ke Kalimantan,” ungkapnya.

Menjelaskan ihwal berdirinya Gafatar, Ken menjelaskan bahwa Gafatar adalah pecahan dari NII Panji Gumilang.

“Gafatar sejarah dimulai dari NII Panji Gumilang, dulu Ahamad Musadeq satu guru, satu ilmu dengan Panji Gumilang. Melihat Panji Gumilang tidak beres, ada permasalahan, lalu Musadeq membuat Al Qiadah Al Islamiyah dan divonis sesat oleh pemerintah ditahan selama 2,5 tahun, keluar bikin namanya KOMAR (Komunitas Millah Abraham) juga divonis sesat, dan bikin lagi namanya GAFATAR,” tukasnya.