Radikalisme Islam di Indonesia bisa Dilacak dari Perang Padri

Radikalisme dan terorisme di Indonesia adalah anomali keberislaman di negeri ini. menurut Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Khamami Zada, fenomena radikalisme Islam sebenarnya tidak muncul di awal-awal masuknya Islam di Indonesia.

“Corak Islam Indonesia dalam penyebaran awalnya justru mampu berakomodasi dengan masyarakat, jadi terjadi akulturasi antara Islam dengan budaya masyarakat. Jadi watak dasar penyebaran awal Islam di Indonesia adalah toleran dan moderat” kata Khamami Zada.

Tidak adanya corak radikal dalam Islam di masa awal terbukti dari hampir seluruh tradisi Hindu-Budha tidak dimusnahkan tetapi diakomdasi dan diisi dengan warna Islam.

Munculnya Islam arus radikal baru pada masa-masa setelahnya. Menurut Khamami Zada peristiwa sejarah perang Padri bisa dijadikan titik tolak sejarah munculnya radikalisme Islam di Indonesia. Perang yang terjadi di Sumatera Barat ini adalah antara kaum adat yang sebenarnya muslim juga dengan kaum putihan, muslim berpaham Wahabi.

“Kalau kita lihat secara teori radikalisme muncul karena ada keinginan merubah system, lalu perubahan tersebut dilakukan dengan cara kekerasan. Itulah yang kemudian kelompok islam beraliran Wahabi melakukan penyerangan terhadap keyakinan masyarakat baik fisik misalnya dalam kasus Perang Padri” ungkap Khamami Zada.