Tangkal Radikalisme, Pemkot Jaksel Rangkul RT dan RW

Pemkot Jakarta Selatan merangkul pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat untuk mewaspadai bahaya radikalisme. Terutama aktif mengawasi dan membina para pengikut eks Gafatar.

“Di Jaksel sedikitnya 157 jiwa dari 35 KK eks Gafatar sudah kembali ke rumah. Mereka tetap dilindungi sebagai warga negara, namun menjadi tugas kita bersama untuk mengawasi dan membinanya,” kata Sekretaris Kota Jaksel, Desi Putra saat rakor Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), kemarin.

Hadir Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Ratiyono, Kepala Kesbangpol Jaksel, Matsani dan jajaran tiga pilar.

Desi mengatakan peran tokoh masyarakat untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan para eks Gafatar, sehingga diharapkan terbuka kembali pemahaman ke arah yang benar sesuai ajaran agama yang dianut.

“Saya juga berharap engurus FKDM tetap memonitor dan selalu berkordinasi dengan aparat wilayah untuk mendeteksi potensi penolakan dari masyarakat terkait keberadaan eks Gafatar,” ujarnya.

Dalam rakor, mantan pengurus andalan Negara Islam Indonesia (NII), Ken Setiawan memberikan testimoni terkait kewaspadaan terhadap upaya perekrutan sekelompok orang yang bertujuan merubah idiologi Pancasila.

“Saat masih menjadi pengurus di NII, dalam 5 menit saya sudah bisa mencuci otak orang untuk masuk menjadi anggota NII dan menolak idiologi Pancasila,” ungkapnya.

Begitu sadar, Ken bersama teman-teman eks NII mendirikan NII centre bertujuan memberikan kesadaran pada anggota NII supaya kembali ke Pancasila dan belajar agama kepada ahli agama.