MUI Tebang Pilih Dan Provokatif

llll
Berbeda dengan pemikiran masyarakat pada umumnya, Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan memaparkan bahwa MUI yang seharusnya Netral dan menjadi penyejuk suasana justru memperkeruh suasana dengan Fatwa yang dianggapnya Tebang Pilih dan terkesan ada unsur politik.
 
MUI sebegai lembaga yang dianggap sentral Umat Islam Bangsa Indonesia ternyata dalam mengeluarkan fatwa punya standar yang berbeda, beberapa kelompok aliran sesat justru di bela seolah olah tidak ada kesalahan, misal soal Kanjeng Dimas yang jelas sesat malah di bela oleh Marwah Daut yang notabene sebagai Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Anak.
 
Dalam kasus NII Alzaytun juga seorang marwah daud juga membela bersama tokoh MUI yang lain.
 
Bahkan dalam kasus NII alzaytun MUI seolah cuek ketika menanggapi sekitar 50 orang tua korban yang anaknya hilang di rekrut oleh NII alzaytun dan justru mengatakan anaknya udah gede nanti yang hilang juga akan pulang dan malah menyalahkan anaknya ikut aliran sesat berarti orang tua yang tida bisa mendidik anaknya.
 
Statemen yang justru membuat sakit hati para orang tua korban NII alzaytun.
 
Terkait kasus NII alzaytun pada tahun 2003 para mantan NII mendesak MUI agar mnindaklanjuti dan mengadakan penelitian yang hasilnya sampai detik ini tidak di publikkasikan ke masyarakat. padahal bocoranya ada tida poin hal yang jelas berhubungan benang meranya antara NII dan alzaytun. korban ada, saksi ada dan data ada tapi ternyata sikap MUI lebih memilih diam terkait kasus NII Alzaytun padahal jelas jelas ini adalah kasus penistaan dan penodaan agama atas nama Agama Islam. KOk Dibiarkan ?
 
Berbeda dengan kasus Penistaan agama yang di duga di lakukan oleh pak Ahok dengan agresif MUI langusng membuat fatwa yang tergesa gesa menyesatkan dan dianggap ceroboh oleh banyak pihak sebab tanpa konfirmasi dan Tabayyun kepada apihak yang bersangkutan.
Fatwa MUI oleh umat Islam dianggap sebuah keputusan Final sehingga banyak masyarakat sudah yakin bahwa Ahok merupakan pelaku penistaan agama yang harus di penjara, padahal kepolisian masih memproses kasus ini.
Padahal dalam Alquran di jelaskan dalam surat Al Hujurat:6
Hai Orang orang yang beriman, Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibahkepada suatu kaumtanpa mengetahui keadaan yang menyebabkankamu menyesal atas perbuatanmu itu.
 
JIka MUI saja yang dianggap penerus dakwah para Nabi tidak bisa menjadi kiblat umat islam lalu kepada siapa lagi umat Islam bangsa Indonesia mengadu ?
 
Saampai hari ini kami masih menunggu kasus NII alzaytun di tindaklanjuti sebab sampai hari ini kasus NII masih berjalan dan korban banyak yang berjatuhan di kalangan generasi muda.
 
Mengutip statemen Habib Rizieq yang menyinggung soal adanya ulama-ulama yang menggunakan ayat Alquran untuk menipu umat, kekhawatiran adanya ulama-ulama suka memutarbalikkan ayat Alquran
 
“Kata Nabi Alaihi Salatuwassalam, sesungguhnya orang yang paling Aku khawatir akan merusak Aku punya umat, akan menghancurkan Aku punya umat. Aku lebih takut kepada dia daripada kepada Dajjal. Ini orang lebih bahaya daripada Dajjal. Nabi ditanya, siapa Ya Rasulullah. Nabi menjawab, ulama su’u, ulama yang bejat, ulama yang buruk, ulama yang busuk. ulama yang suka memutarbalikkan ayat, mengharamkan yang halal, menghalalkan yang haram. Kaum zindiq yang menggunakan ayat-ayat Alquran untuk membenarkan daripada kemungkaran dan kebatilannya. Nauzubillahiminzalik.
 
Jadi kata Nabi ini lebih bahaya dari Dajjal. Lebih menakutkan dari Dajjal. Dia nipu umat pakai ayat Alquran, dia nipu umat pakai hadist nabi. Nauzubillahiminzalik. Nah karena itu kepada semua umat Islam saya ajak semua, yuk ke depan lebih selektif jangan sembarangan memilih guru.”
 
 
Terkait kasus AHOK Pendiri NII Criis Center Ken setiawan punya argumentasi yang unik, kalau pak Ahok penjadi Pemimpin/ Imam di masjid saat Sholat itu yang tidak boleh sebab beliau nasrani,
Tapi kita harus pahami bahwa negara kita bukan negara Islam, dan dalam undang undang siapa saja boleh mencalonkan dirinya manjadi Kepala daerah di Indonesia.
 
Jadi kalau ada ceramah ceramah di masid dan mushalla ada Istilah tidak boleh mengambil pemimpin kafir dalam wilayah negara NKRI yang di tujukan kepada pak ahok justru itu yang melanggar hak sebab dalam hukum negara kita siapa saja yang statusnya WNI boleh menjadi pemimpin daerah.
 
Maka dari itu Ahok membuat statemen yang intinya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak dibohongi oleh orang yang pakai ayat alquran untuk kepentingan politik sebab DKI sedang musim Pilkada.
Statemen ahok ini yang kemudian di share oleh Buni dengan bahasa yang lain dengan menghilangkan kata PAKAI sehingga juga memancing emosi masyarakat.
Menurut Ken Setiawan, Tujuan MUI bukan hanya ingin ahok tersangka, tapi ingin agar ahok di penjara agar tidak maju di Pilkada DKI, jadi sudah jelas dan terang benderang tujuan demo supaya ahok tidak ikut pilkada dan otomatis pilihan yang tadinya 3 tinggal 2.
 
Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua terutama yang mengaku Islam, jika memang kita menganggap ahok tidak layak harusnya para ulama maju di pilkada agar terpilih sebab Indonesia khususnya DKI Jakarta kan mayoritas umat Islam.
Kita memang berbeda beda dan boleh beda dalam penafsiran, tapi kita tetap satu dalam Bhineka Tunggal Ika.
Perbedaan yang ada kita jadikan sebagai sarana untuk melengkapi seperti konsep pelangi yang walaupun beebeda tapi ketika kita jalan beriringan akan menjadi Indah.