Ken Setiawan: RUU HIP Dapat Mencegah Bahaya Paham Radikal

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center yang juga Eks NII Ken Setiawan mendukung segera di bahas RUU HIP antara pemerintah dan DPR serta melibatkan partisipasi publik sehingga tugas negara dalam melakukan pembinaan ideologi Pancasila punya landasan hukum yang kokoh, sebab dinilai sangat penting karena saat ini menurut Ken, Pancasila sudah tergerus oleh intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Bahkan bisa dibilang saat ini Pancasila sedang sakit karena di kepung oleh paham yang berseberangan dari segala penjuru. Termasuk paham radikalisme, Jelas Ken.

Diakui memang olehnya, bahwa dulu Ken sangat anti terhadap Pancasila, menganggap sebagai taghut/ berhala yang harus di tolak, diingkari dan ditinggalkan, karena bila masih meyakini dianggap belum beriman alias masih kafir.

Tapi kini Ken telah kembali dan menyadari bahwa Pancasila tidaklah taghut tapi suatu hal yang final sebagai alat pemersatu yang juga diajarkan nabi seperti dalam konsesi/ perjanjian Piagam Madinah.

Ken menyebut kehadiran negara sangat dibutuhkan untuk melakukan pembinaan ideologi bangsanya di tengah arus globalisasi yang begitu deras.

Disini menurutnya peran dan tantangan BPIP untuk lebih maksimal dalam membumikan Pancasila dengan cara yang lebih memasyarakat.

Pancasila perlu diketahui dan dipahami oleh anak cucu kita, dari generasi ke generasi, dari zaman ke zaman agar Pancasila dapat terus berfungsi sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Jelas Ken.

Ken menyebut bahwa Pancasila digali dari saripati nilai-nilai kebudayaan bangsa Indonesia yang beraneka ragam suku dan budaya yang telah hidup ratusan tahun lamanya di bumi Nusantara. Jadi, buat apa kita menoleh pada ideologi lain.

Untuk itulah mengapa kita memerlukan suatu undang-undang yang menjadi payung hukum Pembinaan Ideologi Pancasila kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Tutup Ken.