Terduga Teroris Asal Lampung Diringkus di Bekasi Berprofesi Ojol

Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali meringkus beberapa terduga teroris di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.

Salah satunya densus menangkap M Tsabat Abdullah di kawasan Perumnas III, Jalan Timor Raya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, sekitar pukul 08.50 wib.

Petugas dikabarkan mengamankan berbagai barang bukti antara lain senjata api laras panjang, busur panah, alat komunikasi handphone dan HT, lalu sejumlah buku-buku, senjata tajam, drone, dan buku tabungan, serta barang-barang bukti lainnya.

Semua barang bukti ini, berhasil disita dari terduga teroris di rumah kontrakannya.

Adalah Tsabat Abdullah, terduga teroris yang ditangkap di Bekasi bekerja sebagai driver ojek online.

Seorang warga, Muhammad Fauzan (33) mengatakan, Densus 88 datang ke wilayahnya guna melakukan penangkapan terduga teroris atas nama M Tsabat Abdullah. Petugas datang dengan dilengkapi dengan persenjataan.

Warga yang ada di sana tidak diperkenankan mendekati penyergapan petugas. Mereka juga tak diperkenankan mengabadikan video melalui telepon pintarnya.

“Enggak boleh dekat-dekat, main handphone tidak boleh, apa lagi ambil video,” tukasnya.

Informasi yang diperoleh, M Tsabat Abdullah sejauh ini dikenal sebagai pengemudi ojek online. Namun, ia tak banyak cakap dan berhaul dengan warga lingkungannya.

Lurah Arenjaya, Ani Srikusdiani saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyergapan terduga teroris oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Namun, terduga M Tsabat Abdullah tidak berada di kontrakannya.

“Orangnya nggak di rumah. Jadi, cuma ada istri dan anaknya saja sih tadi. Dan informasinya, sudah lebih dulu ditangkap di luar rumah,” jelas Ani.

Lebih jauh, Ani menyebut, petugas datang ke kontrakan yang ditempati terduga itu dimaksud untuk lakukan penggeledahan cari barang bukti di sana.

Saat penggeledahan berlangsung, tim Densus didampingi Binmaspol dan perangkat RT/RW, serta pemilik kontrakan yang ditempati terduga pelaku.

Terduga pelaku bersama anak dan istrinya baru tinggal mengontrak di sana sekitar 6 bulan.

“Asalnya dari Lampung, mungkin termasuk jaringan teroris Lampung, ujar Jelas Ani.

Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan mengaku tidak kaget bila ada terduga teroris asal Lampung yang tertangkap, pasalnya sudah beberapa kali terjadi penangkapan di beberapa daerah ternyata ketika di selidiki adalah jaringan Lampung.

Menurut Ken, Lampung ini menarik karena Provinsi Lampung adalah gerbang sumatera, darimana saja kalau melewati jalan darat dari sumatera atau mau ke sumatera itu lewat Lampung.

Di samping sebagai tempat singgah oleh beberapa jaringan, Lampung juga di gunakan sebagai tempat pengkaderan.

Perlu diketahui bahwa pusat Khilaftaul Muslimin dunia itu ada di Lampung, Khalifah atau Amirul Mukminin juga tinggal di Bandar Lampung. Bahkan mereka sudah punya Kampung Khilafah di Lampung. Tutup Ken.